Penggunaan Magnesium Sulfat dalam tatalaksana Paroksismat Atrial Takikardia (TAP)

Tahun 2002 Volume 37 Nomor 2
Oleh : Sugiri

 

Laltar belakang: Penggunaan verapamil per oral “tidak dianjurkan” dalam tata laksana TAP. Dibalik itu verapamil parenteral tidak selalu tersedia di pasaran. Permasalahannya adalah obat parenteral lain yang lazim digunakan untuk TAP berharga mahal, sehingga perlu dicari obat yang berharga relatif murah tetapi memadai . Magnesium merupakan antagonis kalsium fisiologis. Magnesium sulfat telah sejak lama digunakan dalam ilmu kedokieran tetapi penggunaan dalam tata laksana aritmia kordis belum lazim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi daya guna obat tersebut pada TAP
Metodologi penelitian : Subyek penelitian adalah penderita TAP yang dirawat

di ICCU RSUP Dr

Kariadi Semarang. Randomisasi penderita TAP dilakukan secara permutasi blok menjadi kelompok MgSO4 dan kelompok verapamil. Kelompok pertama diobati dengan MgSO4 : 3 gram secara intravena selama 5 menU sebagai bolus dan dilanjutkan dengan 6 gram per drip dalam waktu 24 jam. Kelompok ke dua diobati dengan verapamil: 80 ing per oral, 4 jam kemudian dilanjuikan dengan 40 mg tiap 8 jam. Apabila dalam waktu 2 jam pengobatan, konversi ke irama sinus tidak terjadi, diberikan pengobatan secara kombinasi.
Hasil: Kelompok MgSO4 maupun kelompok verapamil diikuti oleh 20 penderita. Satu orang dan masing masing kelompok dikeluarkan dan penelitian karena tidak memenuhi kriteria inklusi secara keseluruhan. Sisanya menunjukkan bahwa kelompok MgSO4 memiliki rata-rata waktu konversi lebih pendek (39,90 ± 41,73 menu vs 61,44 ± 27,34 menit) dan angka konversi lebih besar (58% vs 47%) daripada kelompok verapamil,

Background: The usage of verapamil per oral is “not recommended” in the management of paroxysmal atrial tachycardia (PAT). On the other hand, verapamil parenteral is not always available in the market. Magnesium
a physiological calcium antagonist. Magnesium sulfate has been used for a long time in medicine but its usage
cardiac arrhytmia is under utilized. The objective of this study is to evaluate the eficacy of these drug in PAT.
Methodology: Patients were randomized by permuted blocks into MgSO4 and verapamil groups. The first group was treated with MgSO4 : 3 gram as a bolus intravenously within 5 minutes and then followed by 6 grams per drip within
hours. The 2 group was treated by verapamil : 80 mg orally, followed by 40 mg tid 4 hours later. The combination
medication was initiated if PAT still exist within 2 hours of treatment.
Result: Twenty patients were involved in MgSO4 and verapamil groups as well. One patient of each groups was excluded. The rest show that MgSO4 group had shorter mean conversion time (39.90 ± 41.73 minutes
61.44 ± 27.34 minutes) and higher conversion rate (58% vs 47%) than verapamil group even though not significantly different (p>O.OS). The relative risk reduction was 18.96%
Conclusion : It seems that MgSO4 can be used as alternative medication in PAT. Another investigation with larger sample is needed.