Pengaruh Pemberian Vitamin E terhadap Efektifitas Artemisinin sebagai Obat Malaria

Tahun 2003 Volume 38 Nomor 1
Oleh : Endi Ridwan, Tita M, Susitowati H dan Sahat O

Latar belakang: insiden penyakit malaria saat ini masih tinggi di beberapa daerah di Indonesia. Penggunaan obat klorokuin sebagai anti malaria ternyata telah menimbulkan resistensi dan efek samping dan yang ringan sampai yang cukup serius. Artemisisnin diketahui dapat digunakan untuk pengobatan malaria yang telah resistens terhadap obat klorokuin.
Tujuan penelitian : Untuk mendapatkan manfaat yang optimal penggunaan dan efèktivitas artemisinin, bila diberikan bersama dengan vitamin E.
Melode penelitian : Desain penelitian adalah eksperimental . Enam puluh ekor mencit albino jantan galur Swiss berumur 8 minggu dengan berat sekitar 30 gram dibagi menjadi 5 kelompok. Empat kelompok diberi suplementasi vitamin E dan satu kelompok tanpa suplementasi sebagai kontrol. Infeksi parasil malaria Plasmodium berghei galur Anka (PbA) dilakukan pad han ke-61 penelitian secara intrapenitonial. Artemisinin diberikan secara oral pada han ke-70 dan 71. Evaluasi terhadap parasitemia han ke 69, 70 dan 71.
Hasil: Semakin tinggi kadar vitamin E. mencit semakin tahan terhadap infèksi Plasmodium benghei. akan tetapi efektifitas artemisinin menurun pada mencit dengan kadar Vitamin E yang semakin tinggi. Hindari pemberian vitamin E bersamaan dengan pengobatan artemisinin.
Kesimpulan : Suplementar Vitamin E menekan resiko parasitemia, akan tetapi menekan efektVltas Artemicin.

Background: The incident of Malaria is still quitely high in some region in Indonesia. Chloroquine treatment has produced resistant and serious side effect. Artemisinin known as one malaria drug thet being used in case of chioroquin resistant.
The aim of the study is to find out the effect of vitamin E addition to artemisinin on parasitemia level of Swiss mice inoculated with Plasmodium berghei.
Research method: This study was an experimental designed. Sixty weanling mice, male, Swiss strain. 8 weeks of the age with about 30 gram bod,v weight, divided into 5 groups. Four groups treated with d dose of tamin E supplementation and one group as a control . At the 60 days of investigation all groups were inoculated intraperitonealy with Plasmodium berghei ANKA. Oral administrations of artemisinin were given at 70 and 71 days of investigation. The parasitemia level was measured during the 69,70 and 71 days of investigation.
Result: Mice that were supplemented with vitamin E developed parasitemia lower than the control group (p < 0.01). However, the effectivity of artemisinin decrease in level with the increase dose of Vitamin E.
Conclusion: Vitamin E suplementation lowering the righ of parasitemia but decrease the effectivity of artemisin